Connect with us

TEKNOLOGI

Superrr!!! ICAC Punya Cara Melakukan Pembersihan Korupsi di Hongkong

Published

on

Radarnkri.com, HONGKONG — Komisi Pemberantasan Korupsi-nya Hongkong yang bernama ICAC mulai beroperasi sekitar 45 tahun yang lalu. Komisi tersebut telah berhasil mentransformasikan Hong Kong menjadi kota yang lebih jujur dan menjadi pusat keuangan internasional. Dalam buku “A Modern History of Hong Kong (2004)“, Steve Tsang, seorang profesor studi Cina di University of Nottingham, menggambarkan ICAC sebagai “salah satu hadiah perpisahan terbaik dari pemerintah kolonial”, yang “membuat dampak psikologis yang tepat pada khalayak ramai”.

Dalam sebuah perbincangan ringan dengan Pembina PDK Kosgoro Jawa Barat Dede Farhan Aulawi di Jakarta, Senin ( 7/10 ) ia mengatakan bahwa ICAC memiliki pengaruh yang besar dan sangat dipercaya oleh publik. Meskipun sebelumnya pernah juga diterpa fitnah, dimana dikabarkan bahwa mantan kepala ICAC Timothy Tong Hin-ming pada 2012 dituduh menyalahgunakan dana publik selama masa jabatannya. Termasuk ada juga pengaduan – pengaduan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran dan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh pegawai ICAC.

Pada tahun-tahun awal berdirinya ICAC, fokusnya terletak pada korupsi di tubuh kepolisian. Neil Maloney, seorang ekspatriat Inggris yang bergabung dengan kepolisian Hong Kong pada tahun 1969 sebelum menjadi penyelidik ICAC pada tahun 1974, mengenang bahwa setiap kantor polisi memiliki ruang khusus untuk seorang “kolektor”, yang tugas satu-satunya adalah membeli draft bank untuk mengirim suap ke akun lokal dan luar negeri.

Neil Maloney pernah mengatakan bahwa dulu orang-orang yang bergabung di kepolisian dan pemerintahan bisa korupsi, tetapi sekarang Hongkong memiliki anak – anak muda yang bekerja di pemerintahan dalam masyarakat yang bebas korupsi, katanya.

Selama tahun-tahun awal ICAC, banyak pegawai pemerintah dan petugas polisi membenci komisi tersebut karena merasa kehilangan uang tambahan. Lalu Gubernur Hongkong saat itu membuat keputusan berani yang mengejutkan ICAC, yaitu mengampuni kasus korupsi yang terjadi sebelum 1977 melalui amnesti parsial.

Setelah amnesti parsial 1977, perhatian ICAC beralih ke perilaku ilegal dalam layanan pemerintahan dan kemudian sektor swasta. Hong Kong saat ini menjadi pusat keuangan internasional dan telah menerima investasi lebih dari HK $ 82 miliar, karena adanya kepercayaan publik terhadap cara kerja dan integritas ICAC. Mandat ICAC untuk menemukan dan menyelidiki korupsi di Hong Kong telah menjadikan daerah paling bebas korupsi di dunia. Oleh karena itu saat ini, ICAC sering dijadikan rujukan dalam pendidikan anti korupsi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TEKNOLOGI

Kemampuan Beradaptasi dengan Teknologi Digital Memiliki Potensi Memberikan Bisnis Pariwisata

Published

on

Radarnkri.com, Jakarta – Industri pariwisata semakin dirasakan sangat penting untuk pertumbuhan mayoritas negara, baik negara maju apalagi negara berkembang.

Bahkan basis pengembangan sumber ekonomi terbarukan akan berorientasi pada zero ekploitasi sumber daya alam dan pengembangan ekonomi kreatif yang mampu menciptakan jutaan lapangan kerja serta berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Di saat yang bersamaan kemampuan dalam beradaptasi dengan teknologi digital memiliki potensi untuk memberikan bisnis pariwisata memiliki akses langsung ke pasar global turis mancanegara.

Terkait hal ini, Minggu (1/9) di Jakarta Jurnalis GoWa-MO mewawancarai via WhatsApp Pakar Pariwisata sekaligus Pakar Teknologi Digital Dede Farhan Aulawi untuk mengetahui bagaimana kemajuan digital dapat digunakan untuk memberi manfaat bagi pariwisata berkelanjutan dalam menjaga dan menumbuhkembangkan kesinambungan pembangunan nasional.

Pada kesempatan ini Dede menjelaskan bahwa pariwisata merupakan sektor ekonomi yang tumbuh paling cepat dan paling penting di dunia. Menurut UNWTO pada 2017 wisatawan internasional mencapai rekor tertinggi, yaitu lebih dari 1,3 miliar orang.

Lanjut jelasnya, angka ini terus tumbuh yang menunjukkan geliat orang di sektor pariwisata semakin bergairah. Jika direncanakan dan dikelola dengan baik, pariwisata berkelanjutan dapat berkontribusi pada peningkatan mata pencaharian dan kesejahteraan masyarakat.

Itulah sebabnya Bank Dunia terus berkomitmen untuk menginvestasikan dana, pengetahuan, dan keahlian untuk mendukung pariwisata.

Selanjutnya Dede juga menjelaskan bahwa aplikasi teknologi dan platform digital yang berkembang pesat saat ini bisa dimanfaatkan untuk menumbuh kembangkan nilai bisnis pariwisata secara eksponensial, bahkan berimplikasi besar dalam menggerakan sektor ekonomi lainnya.

Dalam konteks ini bisa dilihat dari laporan The Voice of Travellers yang bekerja sama dengan TripAdvisor menjelaskan bagaimana peer review yang difasilitasi oleh platform digital telah menjadi sumber informasi perjalanan yang paling penting secara global. Termasuk mengubah cara bepergian, mengurangi beban ekologis pariwisata dan membawa manfaat pariwisata bagi semua.

“ Teknologi dan platform digital dapat membantu mengembangkan ekonomi untuk melompati tantangan manajemen konvensional dan meningkatkan daya saing serta kemudahan akses masyarakat dalam menemukan berbagai tujuan dan destinasi wisata yang dibutuhkan secara mudah, murah dan cepat.

Kemajuan teknologi walau bagaimana pun tidak bisa dihindari, tetapi justeru harus diadaptasi sebagai instrumen untuk melejutkan kemajuan bagi penigkatan kesejahteraan masyarakat. Jadi marilah kita berfokus pada Platform Digital dan Masa Depan Pariwisata Indonesia. Sukseskan pariwisata Indonesia untuk wujudkan kesejahteraan bangsa,” tutup Dede

Continue Reading

TEKNOLOGI

Dede Farhat Aulawi Paparkan Sangat Pentingnya Tekhnologi Dalam Penegakan Hukum

Published

on

Radarnkri.com, JAKARTA – Pengamat Teknologi Kepolisian yang juga Komisioner Kompolnas RI Dede Farhan Aulawi mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi dalam penegakan hukum sangat penting.

Hal itu disampaikan Dede Farhan Aulawi kepada wartawan, Minggu 1 September 2019. Menurutnya, pada dasarnya penegakan hukum adalah pilihan terakhir atau ultimum remedium, artinya setelah pendekatan persuasif sudah tidak bisa lagi dilakukan.

Proses penegakan hukum juga tidak mudah, karena semua akan berakhir di meja pengadilan. Sehingga, dibutuhkan fakta – fakta hukum yang mendukungnya.

“Sebuah tuduhan, sangkaan ataupun dakwaan haruslah bersumber pada fakta – fakta yang mendukungnya, sehingga proses pendekatan ilmiah menjadi sangat penting,” ujarnya.

Di samping itu, Dede Farhan Aulawi menilai bahwa jam kerja aparat penegak hukum tidak bisa diberlakukan seperti jam kerja pada umumnya. Misalnya, dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, karena probabilitas terjadinya kejahatan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

Sehingga kata dia, sangat penting bagi aparat penegak hukum dilengkapi alat yang tepat sesuai kebutuhan untuk melayani dan melindungi. Tentu semua akan berbasis pada kebutuhan teknologi terkini, sehingga kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi sangat penting.

Dede Farhan Aulawi yang juga Pengamat Teknologi Kepolisian
menjelaskan bahwa ada beberapa teknologi yang sangat diperlukan oleh aparat penegak hukum.

Teknologi tersebut dapat kata Farhan membantu proses pembuktian dan penaganan kasus, misalnya teknologi Transkripsi, Camera, GPS, Teknologi Perangkat Cerdas dan Alat pelindung.

Terkait dengan teknologi transkripsi, Dede menjelaskan bahwa layanan transkripsi membantu lembaga penegak hukum berjalan lebih efisien, mengurangi dokumen dan membantu dalam pengumpulan informasi.

Termasuk membantu secara signifikan bekerja sepanjang waktu dengan kecepatan yang tak tertandingi untuk mengirimkan laporan, mengurangi dokumen dan menghilangkan jaminan simpanan.

“Sementara itu yang berkaitan dengan camera, baik body cam atau dash cam menjadi sangat penting karena dapat memberi bukti yang dibutuhkan untuk menguatkan pandangan tentang suatu situasi, membantu menjaga tetap aman, dan dapat membantu menjaga warga tetap aman juga “. Ujar Dede

Selain itu, berkaitan dengan GPS, terutama panah GPS memungkinkan polisi untuk menembakan anak panah pada kendaraan subjek yang akan menempel pada mobil sedang melaju dalam pengejaran mobil.

Kemudian, melacak mobil itu dengan teknologi GPS di dalam anak panah. Menggunakan panah GPS ini dapat membantu menghilangkan kebutuhan untuk mengejar kecepatan tinggi yang dapat membahayakan personel penegak hukum dan warga sipil yang tidak bersalah.

Selanjutnya yang berkaitan dengan penggunaan teknologi Perangkat Cerdas, dari ponsel pintar hingga tablet, dengan pertimbangan efisiensi dan keserbagunaannya.

Alat-alat ini dapat membantu aparat penegak hukum melaporkan laporan insiden secara cepat dan nirkabel, mengambil foto, mengakses catatan polisi, mendapatkan informasi basis data kejahatan negara, dan banyak lagi.

Pada dasarnya, teknologi ini memungkinkan personel penegak hukum untuk mengambil data yang diperlukan secara cepat dan efisien di mana saja. Ungkap Dede.

Kemudian masalah penggunaan alat Pelindung diri yang tepat, seperti senjata, setrum, rompi Kevlar, atau jenis perlindungan lainnya untuk memastikan bahwa petugas penegak hukum dilengkapi dengan peralatan pelindung dalam menjalankan setiap tugasnya.

“Alat-alat ini memberikan otoritas, perlindungan, pertahanan, dan ketenangan pikiran dalam pekerjaan yang semakin keras dan terkadang sulit diprediksi mengenai jenis maupun waktu terjadinya ancaman. Termasuk kemungkinan adanya serangan mendadak yang dilakukan oleh pelaku kejahatan,” kuncinya.(*)

Continue Reading

EKONOMI

“Get indonesia” menyediakan sistem transportasi yang lebih dikota daeng

Published

on

Radarnkri.com | Makassar – Era digital saat ini ditandai dengan makin maraknya pertumbuhan usaha rintisan (startup) seiring dengan semakin luasnya penetrasi internet. Salah satunya startup yang memanfaatkan peluang ini adalah PT Get Indonesia Persada yang meluncurkan aplikasi transportasi online Get Indonesia.

Direktur Utama PT Get Indonesia Persada H. Iwan Setia Budi SH, M. HUM mengatakan, sejumlah fitur sudah disiapkan yang berbeda dengan pesaing. Misalnya, melalui aplikasi ini konsumen bisa memilih jenis kelamin pengemudi. H. Iwan menambahkan, dari sisi harga pun mereka lebih kompetitif.
Pembayaran bisa secara tunai dan nontunai. Di sisi lain, driver juga tidak mendapat sanksi ketika menolak atau membatalkan pesanan konsumen. Saat ini masih ada dua modal transportasi yang kami sediakan yakni, sepeda motor, mobil. Untuk pembayaran ada Get Pay,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Radarnkri.com, Kamis (31/01/2019).

Didalam acara pembukaan tampak dihadiri Dirut GET Indonesia Toni purniawan S.Kom dan Muh Amin salah satu agen kota makassar dan juga Ketua KIWAL GOWA berkomentar Setidaknya sudah ada 13 mitra agen yang tersebar dikota makassar terbentuk dan Jumlah ini menurutnya akan bertambah terus setiap harinya ujar salah satu figur Caleg digowa.

“Kami targetkan hingga akhir tahun ini, satu mitra agen bisa menggandeng sebanyak 500 mitra driver. Driver itu bisa sepeda motor maupun mobil. Untuk downloader aplikasi ini kami harapkan bisa sebanyak mungkin,” terangnya.

Direktur Utama PT Get Indonesia Persada Iwan Setiabudi menambahkan, meski saat ini bermunculan aplikasi serupa, dia yakin Get Indonesia siap bersaing. Salah satunya, sistem yang dibangun lebih mengedepan kearifan lokal. Artinya, Get Indonesia ini tumbuh tidak terpusat di kantor induk dalam hal ini Kota Surabaya. Sistem keagenan per wilayah menurutnya diharapkan menumbuhkan sikap kearifan lokal di masyarakat
Dengan sistem keagenan, para driver tidak perlu mendaftar di kantor pusat. Cukup datang ke agen terdekat. Jika sudah di-approve maka sudah bisa beroprasi,” katanya.

Kemudian bagi para pengemudi, lanjut dia, Get Indonesia memberi banyak bonus. Namun aturan yang diberlakukan tidak sulit. Dia mencontohkan, ada aplikasi transportasi online yang memberikan bonus namun berdasarkan trip (perjalanan). Pengemudi baru mendapat bonus jika telah menyelesaikan trip dalam jumlah tertentu. Jika tidak memenuhi target, maka bonus tersebut akan hangus.

“Get Indonesia tidak demikian. Setiap driver bisa mendapatkan bonus dan dapat dicairkan setiap minggunya. Bonus tersebut tidak berdasarkan trip, namun berdasarkan jarak,” jelasnya. (Bombang)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 DKA Research Center. PoweredBy RadarNKRI.com