Connect with us

HUKUM & KRIMINAL

Kuasa Hukum Puang La’lang Menemukan Sejumlah Kejanggalan

Published

on

GOWA, (Radarnkri.com) — Sidang perdana praperadilan kasus dugaan penistaan Agama Tarekat Tajul Khalwatiyah disebut Andi Malakuti (79) tahun alias Puang La’lang digelar hari ini, Senin 6 Januari 2020, pukul 10.30 Wita, di Pengadilan Negeri Sungguminasa Jl. Usman Salengke Nomor 103, Sungguminasa, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa

Tim Kuasa hukum Puang La’lang mengajukan praperadilan atas kasus dugaan penistaan Agama oleh Mahaguru yang ditetapkan sebagai tersangka pihak penyidik Satreskrim Polres Gowa pada tanggal 1 November 2019.

Pelaksanaan sidang praperadilan turut dihadiri tim penyidik Polres gowa, Kuasa hukum Puang La’lang, aparat kepolisian dan puluhan Santri Tareqat Tajul Khalwatiyah Syeikh Yusuf Gowa

Ruangan Sidang Praperadilan Sungguminasa kab. Gowa

Praperadilan yang ditangani oleh hakim tunggal amiruddin, SH. MH tersebut membuka sidang perdana untuk umum.

Selanjutnya Hakim amiruddin, SH. MH memberikan kesempatan kepada kuasa hukum Puang La’lang untuk membacakan permohonan selaku penggugat.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia Sulsel Adv Muh Israq Mahmud, SHi, CLA, CIL selaku ketua tim penasehat Hukum Puang La’lang selanjutnya membacakan permohonan dengan isi sebagai berikut:
– Dalam materi permohonan itu, tim kuasa hukum pemohon menemukan sejumlah kejanggalan seperti, pihak termohon (polisi) tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU), pelapor maupun terlapor.

Tim Kuasa Hukum Puang La’lang

Hal tersebut bertentangan dengan pasal 109 ayat (1) KUHAP jo Putusan MK No. 130/PUU-XIII/2015 tanggal 11 Januari 2017. Artinya, penetapan tersangka terhadap Puang La’lang cacat yuridis dan harus dinyatakan tidak sah.

Kejanggalan lain yang ditemukan tim kuasa hukum pemohon adalah, surat penangkapan, laporan polisi teregistrasi, dan surat perintah penyidikan tertanggal yang sama yaitu tanggal 11 September 2019.

“Ini jelas janggal dan tidak masuk akal,” ujar salah satu anggota tim kuasa hukum. Hal lain yang dipersoalkan dalam gugatan ini adalah bahwa pelapor, dalam hal ini Abu Bakar Paka (salah seorang anggota komisi fatwa MUI Gowa) tidak memiliki legal standing sebagai pelapor dan tidak termasuk orang yang terlibat atau merasakan langsung pada kasus yang dituduhkan dan oleh karenanya polisi sebagai termohon telah keliru menerima laporan yang ternyata tidak memiliki hak sesuai ketentuan pasal 108 KUHAP.

Selain itu, penyidik tidak memiliki 2 (dua) alat bukti yang cukup pada kasus ini. Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa kasus ini bermula dari Keputusan MUI Gowa tentang ajaran sesat tarekat Tajul Khalwatyah Syekh Yusuf Gowa, rekomendasi Bupati Gowa dan laporan ke polisi oleh Abu Bakar Paka.

Sementara menurut tim kuasa hukum, fatwa MUI Gowa bersifat tidak mengikat, sedangkan rekomendasi Bupati Gowa yang ditujukan kepada Kejaksaan belum digunakan sebagaimana mestinya.

Muhammad Saleh, yang juga adalah aktivis LSM, mengatakan bahwa apa yang menimpa gurunya itu adalah fitnah dan penzaliman terhadap seorang ulama.

“Beliau hanyalah seorang guru yang mengajarkan kami bagaimana beragama secara benar, agar menjadi anggota masyarakat yang menebarkan kebaikan dan manfaat.

Olehnya itu, kata dia. Bahwa Puang La’lang hanya mengajarkan orang yang datang ke rumahnya dengan kerelaan dan mengajar kami dengan penuh kesabaran. Tidak berkeliling mengajak orang sebagaimana dakwah pada umumnya.” ungkap Muhammad Saleh

Selain murid Puang La’lang, Polres Gowa juga mengerahkan puluhan angotanya. Bahkan sempat terjadi insiden ketika salah seorang pengunjung sidang yang merekam persidangan, dilarang oleh salah seorang polwan. Namun saat oknum polisi yang ambil gambar tidak dilarang atau di tegur sama sekali.

“Polisi tidak boleh melakukan itu di ruang sidang karena statusnya juga adalah salah satu pihak, kecuali hakim yang melarang”, pungkas ketua Tim Kuasa Hukum, Muh. Israq Mahmud.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKUM & KRIMINAL

Kapolsek Bajeng Berikan Surat Pemberitahuan Sebelum Pembongkaran Bangunan Di Atas Bantaran Saluran Irigasi 

Published

on

Gowa,-( Radarnkri.com) Guna melancarkan jalannya rencana eksekusi bangunan liar, personil Polsek Bajeng Polres Gowa bersama koramil 06 Bajeng dan staf kecamatan, menyampaikan pemberitahuan ke pemilik bangunan liar.Pemberian Surat Pemberitahuan ini disampaikan Kamis, 20 Februari 2020 oleh Camat Bajeng Nasrun, B, S, Sos di dampingi Kapolsek Bajeng Iptu Sunardi, SH, MH dan Kasi Trantib kepada para pemilik bangunan liar.

Pemilik bangunan liar ini terdapat di Atas bantaran Saluran Irigasi Kalukuang di Jalan Poros Panciro-limbung Kec. Bajeng Kab.Gowa untuk segera pindah.

Camat Bajeng Nasrun, B, S, Sos saat dikonfirmasi di lokasi mengungkapkan,”Tujuan pemberitahuan ini untuk mempermudah mereka, serta memberikan kesempatan kepada mereka mencari tempat lain,”ucap Camat Bajeng.

Kapolsek Bajeng Iptu Sunardi, SH, MH masih ditempat yang sama mengatakan,”Dengan di berikannya surat pemberitahuan ini, agar pemilik bangunana liar segera membongkar bangunannya secara sukarela dan kesadaran, karena sejatinya di atas saluran drainase tidak boleh ada bangunan,”terang Kapolsek.

Sumber (Humas Polsek Bajeng)
Laporan Nurdin Achmad.
Editor A.ilyas.

Continue Reading

HUKUM & KRIMINAL

Polsubsektor Bonsel Datangi TKP Terkait Penyerobotan Tanah

Published

on

RadarNkri.com | Gowa – Telah terjadi penyerobotan Tanah didesa pabundukang kec.bonsel oleh tersangka lel.An.Haris Dg.Mangung (tdk dpt memperlihatkan bukti kepemilikan) terhadap korban An. Abd kadir Jaelani Dg Nombong (bukti sertifikat) dimana kejadian tersebut Pihak korban akan membangun pondasi dan pagar namun pihak tersangka menghalangi untuk melanjutkan pekerjaan pihak korban, karena kedua belah pihak masing-masing menyatakan mempunyai bukti pemilikan lokasi yang akan di pondasi tersebut tadi. 9/02/2020Kronologis kejadian Pihak korban Lel.An.Abd.Kadir Jaelani akan membikin pondasi dan pagar tersebut dilokasinya yg sudah di sertifikatkan Namun pihak lawannya (Tersangka) An Haris Dg.Mangung sekeluarga menahan untuk melanjutkan dengan dasar Akte jual beli juga, namun bukti tidak mau di perlihatkan kepada pihak pemerintah setempat dengan alasan nanti di pengadilan saya perlihatkan bukti-Bukti pemilikannya.

Dan kami selaku piket RU II/B Ka jaga Aiptu Makanung bersama 2 orang anggotanya mendatangi TKP dan memediasi masalah tersebut namun pihak penggugat tidak menerima kejadian tersebut, Aiptu Makanung mengarahkan pihak Korban untuk melaporkan kepolres gowa atas kejadian penyerobotan tanah tersebut untuk di proses lebih lanjut.

(Red) A.ilyas

Continue Reading

HUKUM & KRIMINAL

Akibat Harta Warisan Oknum Pelaku Aniaya Keluarganya Sendiri Di Desa Jipang Bonsel

Published

on

RadarNkri.com | Gowa – Hari ini Kapolsubsektor bonsel Iptu.H.Abdullah DM,SH.MH melaporkan bahwa telah terjadi tindak pidana penganiayaan antara dia bersaudara akibat harta warisan. selasa tgl 4 januari 2020 1. WAKTU & TEMPAT
Hari Selasa tanggal 4 Februari 2020 sekitar pukul 09.00 WITA bertempat di Dusun Sapoletana Desa Jipang Kec.Bontonompo Selatan Kab.Gowa

2. IDENTITAS
a. Korban
Lel. ABD.MUIN DG SEWANG, umur 51 tahun, pekerjaan security BNI Takalar alamat Kel. Bontoramba Kel. Bontoramba Kec.Bontonompo Selatan Kab.Gowa

b. Pelaku
Lel. ISMAIL DG LIMPO, umur 41 tahun, pekerjaan wiraswasta, alamat Dusun Pannujuang Desa Jipang Kec.Bontonompo Selatan Kab.Gowa

c. Saksi
Lel. Dg LIMPO, umur 43 tahun, pekerjaan tukang becak, alamat Dusun Sapoletana Desa Jipang Kec.Bontonompo Selatan Kab.Gowa.

3. FAKTA-FAKTA
– Kronologis kejadian bermula ketika keponakan pelaku a.n per. LEBANG yang bertempat tinggal di belakang rumah pelaku hendak mencuci di keran air yang berada di samping rumah pelaku. Pelaku yang keberatan kemudian melarang per. LEBANG untuk mencuci di samping rumahnya dan langsung menutup keran air tersebut. Per. LEBANG kemudian memberitahukan hal tersebut kepada korban lel. ABD MUIN DG SEWANG yang merupakan omnya.Korban lel. DG SEWANG kemudian mendatangi rumah pelaku dengan maksud untuk mempertanyakan hal tersebut, sempat terjadi pertengkaran mulut antara pelaku dan korban dan beberapa saat kemudian pelaku keluar meninggalkan rumahnya. Korban kemudian mengikuti pelaku.

Pada saat melintas di depan kuburan Dusun Sapoletana Desa Jipang (TKP), pelaku yang menyadari diikuti oleh pelaku langsung menghentikan motornya dan mendekati korban. Selanjutnya
Terjadi perkelahian antara keduanya. Pelaku yang pada saat itu membawa sebilah parang kemudian memarangi korban sebanyak 1 kali yang mengenai bagian belakang kepala korban. Setelah itu pelaku langsung melarikan diri.

Atas kejadian tersebut korban mengalami luka gores pada kepala bagian belakang, selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Bontonompo guna mendapatkan perawatan medis.

4. CATATAN
a. Analisa
Sebelum pelaku melakukan Penganiayaan terhadap korban, keduanya sempat terlibat pertengkaran mulut & adu fisik di rumah korban dan ditambahkan bahwa pelaku dan korban merupakan saudara kandung.

b. Langkah-langkah
– Mendatangi TKP
– Mengumpulkan bahan keterangan dari para Saksi
– Mengumpulkan Barang bukti
– Mengamankan tersangka dipolsek bt.nompo
– Membuat Laporan polisi utk proses hukumnya
– Personil polsubsektor tetap siaga pasca terjadinya Kasus 351 Kuhp.

c. Prediksi
Penganiayaan tersebut terjadi karena antara korban dan pelaku memang terlibat masalah sebelumnya yakni memperebutkan hak waris atas rumah peninggalan orang tua mereka yang saat ini sedang dikuasai oleh pelaku.

d. Rekomendasi
Perlu kiranya agar kasus tersebut segera ditangani agar tidak meluas dan memicu timbulnya hal-hal yang
dapat menganggu stabilitas Kamtibmas.

KAPOLSUBSEKTOR BONSEL

Redaksi: A. Ilyas

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 DKA Research Center. PoweredBy RadarNKRI.com