Dendam Membara Membuat KM Gelap Mata, Satu Tewas Ditempat Dan Dua Orang Kritis

RADARNKRI.Com I Jakarta – Api cemburu membuat KM (39) gelap mata, sehingga dengan sengaja menabrakan mobil ke tiga orang temannya.

Kejadian itu terjadi usai pelaku, para korban dan sejumlah temannya berpesta minuman keras di Jalan Kopi, Tambora, Jakarta Barat.

Akibatnya, satu teman KM berinisial DP (32) tewas, sementara dua lainnya CK (30) dan IM (32) mengalami luka berat. KM juga disebut marah karena merasa diejek oleh teman-temannya itu.

Mulanya, kasus itu dilaporkan sebagai kasus kecelakaan lalu lintas. Tetapi, polisi akhirnya dapat mengungkap kalau kasus tersebut merupakan pembunuhan dengan modus menabrak korbannya.

“Dilaporkan laka lantas, tapi setelah penyelidikan, yang ditemukan bukan laka lantas, tapi pembunuhan dengan sengaja menabrak korban,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta, kepada wartawan, Rabu (25/4/2018).

Mulanya, kasus itu dilaporkan sebagai kasus kecelakaan lalu lintas. Tetapi, polisi akhirnya dapat mengungkap kalau kasus tersebut merupakan pembunuhan dengan modus menabrak korbannya.

“Dilaporkan laka lantas, tapi setelah penyelidikan, yang ditemukan bukan laka lantas, tapi pembunuhan dengan sengaja menabrak korban,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta, kepada wartawan, Rabu (25/4/2018).

Edy menjelaskan, KM bersama tiga temannya, serta beberapa wanita, sedang melakukan pesta miras saat itu. Pelaku cemburu lantaran ketiga korban duduk dekat dengan kekasihnya, saat berpesta.

“Pacarnya pelaku ini duduk di samping korban, dipanggil-panggil tidak mau, dia cemburu. Setelah itu bubar pergi, tepatnya di depan Bank Victoria, Jalan Kopi, Tambora, korban pergi dan kemudian ditabrak oleh pelaku,” terangnya.

Tidak hanya cemburu, pelaku juga marah lantaran merasa diejek-ejek karena teman-temannya menggeber-geberkan gas kendaraan usai berpesta.

Pertama, KM menabrak dua orang temannya yaitu IM dan CK, hingga mengalami luka berat. Setelah itu, ia menabrak DP hingga meninggal dunia di tempat.

“Setelah itu korban DP ditabrak, mental, sehingga kepalanya membentur di trotoar sehingga meninggal dunia,” kata Edy.

Setelah kejadian, pelaku hendak melarikan diri ke Palembang dengan menyeberang melalui pelabuhan Merak, Banten ke pelabuhan Bakauheni, Lampung. Pelaku akhirnya ditangkap setelah menyeberang ke Bakauheni.

Pelaku melarikan diri, tujuannya ke Palembang. Dia memang asli dari Tangerang, tapi lama dan pernah merantau ke Palembang,” tambah dia.

Dari kejadian ini, polisi mengamankan pelaku di Mapolres Metro Jakarta Barat. Adapun barang bukti yang diperoleh yaitu satu unit mobil Suzuki Ignis, satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja, satu unit sepeda motor Honda CBR dan pakaian korban yang digunakan saat kejadian.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Acaman pasal ini masing-masing 15 tahun dan maksimal 7 tahun penjara.(BI)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *