Jalan Poros Samaya Gowa di Protes Warga, Anggota Komisi III DPRD Gowa angkat bicara

Radarnkri.com|GOWA – Proyek pembangunan jalan menggunakan dana cadangan di Kabupaten Gowa kesannya asal jadi. Sungguh sangat miris melihat kondisi pengerjaan jalan sangat tidak sesuai niat baik pemerintah. Sementara itu pembangunan jalan menjadi prioritas Bupati Gowa karena bagian dari janji politiknya saat kampanye tahun 2015 lalu.

Pembangunan Jalan Dusun Samayya, Desa Romangloe Kabupaten Gowa salah satunya. Warga mengeluhkan dan menolak jalan aspal di titik lokasi jalan tani Parangbangkalang berharap jalan aspal itu didobel pekerjaannya.

Masyarakat desa ingin menikmati bukan hanya jalan mulus tapi tahan lama juga di Parangbangkalang, pasalnya baru 1 bulan dinikmati sudah banyak berlubang dan bobot ketebalan yang tidak sesuai dengan standarisasi LPB maupun LPA.

Belum lagi tingkat suhu panas dan pendinginan (penyiraman) aspal ini juga dianggap tidak sesuai. Proyek yang menggunakan dana cadangan tahun 2018 Rp. 2,7 miliar itu diduga asal jadi dan disinyalir kuat pembangunan jalan aspal Butas.

Menurut Kepala Dusun Samayya, Salamuddin Daeng Serang, menyampaikan bahwa kegiatan jalan aspal itu pelaksananya PT Harfiah Graha Perkasa milik Kontraktor ternama di Kabupaten Gowa, H. Sahar.

“Kami disini hanya dijanji- janji saja mau didobel aspalnya dan sudah berulang kali, disampaikan tetapi tidak pernah didobel aspalnya, masalahnya ketebalan hanya 2 sampai 3 cm saja” ungkapnya Kamis (7/2/2019).

Saat dikonfirmasi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Gowa, Rusli, menyampaikan bahwa pekerjaan jalan aspal itu sudah tidak bisa didobel.

“Memang begitu sudah pekerjaannya, dan sudah di seratus persenkan. Kalau mau didobel aspalnya, mau diambilkan dimana anggarannya,” ucapnya Jumat (8/2/2019)

Itu saja baru dibayarkan uang mukanya dulu, 20% dan sisanya bertahap. “Saya juga sudah cek ke lokasi, jadi pekerjaanya itu sudah sesuai speknya,” jelas Rusli.

Dan selama 2 tahun sudah ada dana pemeliharaan, jadi sudah tanggung jawab rekanan apabila jalan aspal di dusun Parangbangkalang rusak.

Saat disinggung ketebalannya hanya 2 cm, dia mengatakan pekerjaan tersebut harus ada rata- rata dari beberapa titik yang harus di ambil dan untuk ketebalan jalan aspal itu, 4 cm, terangnya.

Sementara Anggota Komisi III bidang pembangunan dari fraksi Partai Gerindra, Robby Harun yang dimintai tanggapannya menegaskan pekerjaan pengaspalan itu harus sesuai RAB dan sesuai dengan volumenya.

“Kalau lebarnya 4 meter dan panjangnya 2 kilometer dengan ketebalan 5 cm, di lokasi juga harus seperti itu pekerjaannya, disetiap kunjungan kami di desa, selalu kami sampaikan ke masyarakat dan pemerintah setempat agar lebih kritis terhadap pembangunan di daerahnya,” ucap Robby di sekretariat GoWa-MO sore tadi. (Bella)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *