Camat Somba Opu Gelar Dialog dan Refleksi 1 Tahun Menjadi Program Metro Somba Opu

Radarnkri.com, GOWA – Camat Somba Opu Indra Wahyudi Yusuf di dampingi Sekcam Agus Salim S. Sos. Msi Gelar Dialog Repleksi 1 tahun terkait Program Metro Somba Opu.

Acara yang di gelar di warkop suara gowa coffee turut di hadiri 14 kelurahan, Danramil Somba Opu, Kepala UPTD, Kepala Puskesmas, Kotaku (Kota tanpa kumuh), Aktivis dari berbagai elemen, LSM dan Insan pers. Rabu 04 September 2019, jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Kec. Somba Opu, Kab. Gowa.

Indra Wahyudi Yusuf dalam sambutannya mengatakan bahwa wilayah yang aman damai tentram dan nyaman mimpi kita bersama.

Untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal walaupun memang semua masalah tidak bisa kita selesaikan 100% dan untuk di ketahui bahwa tidak ada pemerintahan yang sempurna  100%
“Katanya.

Menurutnya, Kata dia. Koordinasi dan komunikasi yang baik dengan
berbicara bersama masyarakat, kekuatan dan kebersamaan tidak ada yang tidak mungkin jika kita bersatu dalam menyelesaikan masalah.” ungkapnya.

Olehnya Itu tanpa kerjasama seluruh aparat, rt, rw dan seluruh stakeholder apa yang tidak mungkin, mari kita membuka diri, ” tuturnya

Selama ini pemerintahan kami bekerja dan senantiasa berpikir untuk kebaikan kehidupan masyarakat oleh karena itu kami butuh masukan saran dan kritikan.

Acara dialog dan refleksi 1 tahun ini digelar tiap tahun dan sudah menjadi program metro somba Opu berjalan begitu hidmat dan di warnai sesi tanya jawab.

Penghulu KUA Salam sangat mengapresiasi kegiatan Camat somba Opu, Menurutnya kata dia. Bahwa sudah berapa puluh tahun saya tinggal di kecamatan somba opu namun baru kali mendapatkan program camat yang sangat menyentuh ke masyarakat.

Di tempat yang sama ketua Lsm Kontrak Sulsel Eddy yusuf Dg. Lawa mengatakan luar biasa terobosan yang di lakukan oleh pemerintah kecamatan somba opu.

Olehnya itu dengan kegiatan ini maka menjadi tolak ukur kinerja aparatur pemerintah kecamatan. Dan kedepannya sangat bagus jika semua kecamatan melakukan hal sama.

Minimal membuka diri untuk diskusi dan menerima kritikan dari semua pihak. Agar menjadi patron atau dasar pengambilan kebijakan demi kebaikan gowa kedepannya. “Tutupnya. (Jufri)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *