Santri Tajul : Pra Kondisi Aksi Unjuk Rasa di Mako Polres Gowa

Sungguminasa, (Radarnkri.com) – Ribuan Jamaah Santri Thariqat Tajul Khalwatiyah Syeikh Yusuf Gowa dari berbagai daerah yang di dampingi LSM GMBI Wilter SUL-SEL menggelar unjuk rasa tidak jauh dari Mako Polres Gowa.

Aksi unjuk rasa ini dalam rangka mendampingi dan membela Hak – hak Pimpinan Thariqat Tajul Khalwatiyah Syech Yusuf Gowa, yang merasa diperlakukan tidak adil. Jum’at (08/11/2019) di Jl. KH. Wahid Hasyim, Sungguminasa

Mereka hadir memberi dukungan dan menyampaikan aspirasi atas tuduhan dan fitnahan yang di tujukan kepada Puang La’lang Pimpinan Thariqat Tajul Khalwatiyah Syeikh Yusuf Gowa dengan dugaan pencucian uang dan aliran sesat.

Dalam kesempatan itu, massa menyampaikan aspirasi untuk pemberian penangguhan penahanan kepada Puang La’lang yang berstatus tersangka kasus dugaan
pencucian uang, penistaan agama dan aliran sesat

Aksi unjuk rasa ini berlangsung sejak pukul 09:30 Wita. Aparat kepolisian Polres Gowa diturunkan untuk mengawal pengunjuk rasa.

Unjuk rasa ini berlangsung hingga pukul 11:50 Wita. Massa memutuskan membubarkan diri menjelang pelaksanaan Shalat Jumat bersama di masjid terdekat dari lokasi.

Halifah Anwar mengatakan pihaknya akan terus berjuang mencari keadilan dengan terus mengawal Puang La’lang dan membakar semangat seluruh santri untuk mendatangkan massa yang lebih banyak lagi jika permintaannya tidak terpenuhi.

“Kami minta kepada media agar membuat berita perimbangan, semua orang dinegara ini bebas berbicara akan tetapi jangan suka menjastis tanpa di konfirmasi ke santri Tajul Khalwatiyah Syeikh Yusuf Gowa.

Menurutnya, aksi ini adalah hanya pra kondisi dan apabila pada hari senin ini tidak mendapatkan lagi jawaban yang pasti, maka kami akan turun lagi massa yang jauh lebih besar dengan melibatkan seluruh lembaga ormas dan kemahasiswaan.

Selanjutnya Aktivis Islam La ode Alfa’an secara umum dikatakan penistaan agama apabila tidak ingin mengucapkan kalimat lailaha Illallah dan dua kalimat syahadat.

Puang La’lang tidak pernah melakukan pencucian uang, tidak pernah menjual Aset-aset negara dan tidak pernah menaikkan BPJS.

Puang La’lang hanya diam dan melakukan zikir lailaha Illallah serta mendoakan seluruh umat yang ada di bumi ini, terkait dengan wifiq kartu surga bahwa itu adalah KTA (Kartu Anggota) yang hany di berikan tarif hanya Rp. 10.000 dan di gratiskan bagi yang tidak mampu itu sangat wajar.” ucapnya.

Olehnya itu, kata dia. Ahok yang melakukan penistaan agama nanti putus 2 tahun baru di penjara dan sukmawati tidak ada yang berani menangkapnya sampai hari ini. ungkapnya

Aksi ini karena hanya miss komunikasi Harusnya kapolres gowa melibatkan Hombusmen, kemenkunham dan Dandim sebagai trifika

Harapannya agar permasalahan ini bisa di selesaikan diatas meja dan kejadian ini tidak ada yang di korbankan tetapi justru mencari korban. ” Ucapnya lagi.

Masih di tempat yang sama waka Polres Gowa Muh Fajrin M. F mengatakan bahwa aparat kepolisian sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dan memberikan pengamanan hingga aksi ini bubar dengan aman dan damai.(JFR)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *