Ketua Umum YAPK : Mari kita Lahirkan Generasi Bangsa Terdidik dan Berkarakter Tanpa Narkoba

MAKASSAR, (Radarnkri.com) – Yayasan Aksi Peduli Kemanusiaan (YAPK) Gelar Pelaksanaan Seminar BAHAYA NARKOBA, Di Klabat Room Hotel Ramedo, Jl. Landak Baru No. 112 Makassar, Senin (22/12/2019) Pukul (10:00) Wita.

Ketua Umum Yayasan Aksi Peduli Kemanusiaan (YAPK) Jufri Dg Tutu dalam sambutannya mengatakan bahwa karena maraknya penyalahgunaan narkoba di Indonesia, Khususnya oleh kalangan remaja. Oleh karena itu, “Mari kita Lahirkan Generasi Bangsa Terdidik – dan Berkarakter Tanpa Narkoba”

Foto:Jufri ketua YAPK, kajari Takalar Ashar SH, Dandim 1426 Takalar, Dirresnarkoba Polda Sulsel Hermawan SIK. MM

Jufri Dg Tutu Mengucapkan selamat datang kepada Pemateri, Peserta dan terimakasih kepada hadirin yang ikut berpartisipasi mensukseskan acara seminar Bahaya Narkoba yang bekerjasama dengan pihak Pemerintah Desa Bontomanai, Camat Mangarabombang, BNN Provinsi Sulsel, Kajari Takalar, Dandim 1426 Takalar, Serta Karangtaruna Desa Bontomanai.

Dalam kegiatan ini turut di Hadiri
Camat Marbo Mappaturung S. Sos,
Kepala BNN Provinsi Sulawesi Selatan atau yang mewakili DR. Ishak iskandar, Dirresnarkoba Polda Sulsel Hermawan SIK MM, Bapak Fredrick Kuen Msi. Sos, Kajari Takalar yang mewakili Ashar SH,
Dandim Takalar 1426 /Mewakili Hisbullah Hamzah, Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Makassar Akp Rudi, Pembina Radankri dan Radarekspres Herman Nompo, Ketua DPD JOIN Makassar Sabri, Ketua DPD JOIN Gowa Hendra
Susanto, Lembaga Anti Narkoba, Aparat Desa Bontomanai dan Karang taruna Bontomanai serta rekan – rekan media Online, cetak dan TVRI.

Dirresnarkoba Polda Sulsel KBP HERMAWAN, S.I.K., M.M Mengatakan bahwa sosialisasi yang kami sampaikan dengan cara rehab memberikan akses dan bisa membantu korban pecandu narkoba dari sisi pencegahan kemudian kegiatan sosialisasi serta peran serta masyarakat.

Bagaimana solusi dan cara penindakan, dari kegiatan ini. Harapan kami agar bisa diantisipasi karena sudah mengenal jenis narkoba, gejala dan dampak bahayanya bisa overdosis.

Kabid P2M BNN Provinsi Sulawesi Selatan Ishak Iskandar mengatakan bahwa Seminar Bahaya Narkoba yang dilaksanakan Yayasan Aksi Peduli Kemanusiaan (YAPK) ini suatu kegiatan yang patut dilakukan juga oleh elemen elemen lain sama dengan organisasi, karena ini adalah bentuk kepedulian terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di sulsel dan di makassar.

Menurutnya, Kegiatan ini sangat positif dan kami dari BNN sulsel sangat mendukung program seperti ini, secara tidak langsung mengedukasi masyarakat, bahwa ternyata narkoba itu begitu sangat berbahaya.” Terangnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *