Kepedulian Pada Nilai Sejarah dan Kearifan Budaya yang Diwariskan Para Pendiri Kerajaan Gowa

Makassar, (Radarnkri.com) — WorkShop Seni dan Pengukuhan Anggota Sanggar Seni RI BUTTA BUNGAYA Kabupaten Gowa kemarin berlangsung seru, diikuti 40 peserta.( Ahad-Senin, 22- 23/12/2019)

Kepedulian pada nilai sejarah dan kearifan budaya yang diwariskan para pendiri Kerajaan Gowa Sulawesi Selatan, menggugah tekat generasi muda untuk mengkaji dan melestarikan khasanah adiluhung kebudayaan itu.

Adalah Sanggar Seni RI BUTTA BUNGAYA di Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa Provinsi Sukawesi Selatan, yang intens melakukan penelitian, pengembangan dan pelestarian budaya baik berupa seni Tari, seni Sastra dan Musik (yang dikombain antara musik tradisional dengan modern) untuk lebih menarik minat generasi muda.

Sudirman SPdI Daeng Matawwang selaku pendiri dan pembina Sanggar Seni RI BUTTA BUNGAYA Kabupaten Gowa kepada media mengatakan, sanggar ini berdiri sejak tahun 2017 dan hingga kini telah berhasil merangkul generasi muda hampir 40 orang . Mereka beragam usianya, rata rata usia 14- 18 setara pelajar SMP dan SMA.

Keprihatinannya pada keadaan saat ini, dimana kalangan muda khususnya,banyak yang tidak mengerti , tidak peduli dengan sejarah heroisme kemasyhuran nenek moyangnya ,membuat pikiran aktifis Lulusan Unismuh tahun 2015 ini gelisah, risau memikirkan bagaimana cara menanggulangi krisis peduli sejarah tersebut.

Selain itu, nilai nilai filosopi, sastra dan kearifan lokal dari kerajaan Gowa yang bernilai tinggi , patut dilestarikan, untuk menjadi referensi gilir dan tindak dimasa depan” katanya.

Makanya, sanggar seni ini mengola dan membina generasi muda antara lain di bidang seni Tari, seni Sastra dan Seni Musik. Khusus seni musik, sanggar ini menggabungkan antara seni musik tradisional dengan akustik modern , istilahnya dikolaborasikan agar lebih bisa diterima oleh generasi muda Millenial .

Dalam Workshop kemarin, selain berlangsung Pemaparan materi in house, juga dipraktekkan langsung tentang seni Tari, Sastra dan Musik sehingga peserta workshop mampu mempraktekkan apa apa yang diterima di klas pemaparan.

Sampai saat ini, Sanggar Seni RI BUTTA BUNGAYA Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa beraktifitas secara mandiri, berdikari tanpa sedikitpun bantuan dari Pemerintah maupu Dinas terkait. Kami menggali sumberdaya dan dana dari anggota intern dan sebagian kecil tokoh masyarakat yang peduli budaya.

Thema Workshop kalini ini , Menciptakan Kader Generasi Muda(i) yang Berprestasi dan Handal serta Bermartabat di Tanah Bungaya untuk Gowa Bersejarah.

Sebagai catatan penting, Gowa dalam sejarahnya pertama kali dipimpin oleh seorang Raja Perempuan bernama Manurung Bainea, kemudian dalam proses sejarahnya sempat dipimpin oleh Raja yang ke 14 yang kesohor sebagai Sultan Hadanuddin yang bernama asli I Mallombasi Daeng Mattawang Ri Gowa.

( SamsulHadi)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *