Pedagang Tradisional gelar lapak di Pasar Marasa Polman

Polewali Mandar (RadarNkri.com) – Sulbar-Pedagang Tradisional gelar lapak Pasar rakyat Marasa mulai, difungsikan pekan ini oleh ratusan pedagang tradisional di Kecamatan Matakali, Mapilli dan Tinambung Polewali Mandar. Sabtu 7/02/2020Sejak diresmikan dalam 3 hari terakhir ini pasar rakyat marasa, pembangunannya dari sumber anggaran APBN Kementerian Perdagangan RI. Sasaran penyediaan tempat jual beli dagang refresentatif berstandar SNI demi meningkatkan pendapatan ( income) bagi pedagang kecil di daerah tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kab. Polewali Mandar Agusnia Hasan Sulur saat peresmian Pasar marasa Tinambung menyebut ketersediaan sarana dan fasilitas pasar tradisional yang refresentatif sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi berbasis potensi unggulan wilayah.

Pasar rakyat Marasa diharapkan, berkontribusi dalam pembangunan daerah, terutama PDRB dan mewujudkan program Marasa yaitu maju rapi dan sehat serta aman perlindungan Konsumen. ” pasar merasa salah satu prioritas yang dikembangkan oleh pemerintah daerah pembangunan Pasar rakyat sebab keberadaan memiliki fungsi dan peran yang strategis khususnya meningkatkan perdagangan dalam daerah rakyat tetap dipertahankan dan zonasi sesuai regulasi,” kata AgusniaSelain itu, dalam pengembangan pasar rakyat adalah tentang sistem pengelolaannya dalam hal managemen tata kelola sehingga meningkatkan kualitas pasar rakyat yang menguntungkan pedagang dan masyarakat itu sendiri.

Sedangkan menurut Wakil Bupati Polewali Mandar Natsir Rahmat pasar rakyat harus fokus pada peningkatan mutu kualitas dagang yang diperdagangkan termasuk, ukuran, takaran, timbangan dan peralatan yang memenuhi standar.

” ketersediaan pasar tradisional yang maju akan memberi kenyamanan berbelanja maka hal penting, yang harus dikelola kondisi drainase tempat menampung sampah yang terjaga dari kesembrawutan dan kumuh itu, harus di antisipasi setiap saat agar pasar rakyat kuat tidak kalah bersaing dengan pasar modren, karena minat konsumen di pasar tradisional masih tinggi,”jelas Wabup

Pasar rakyat tidak hanya jadi tempat pedagang dan pembeli melakukan transaksi melainkan, sebagai sarana pendukung kelancaran produksi distribusi hasil pertanian dan industri kecil yang menyerap tenaga kerja.

Jika biasanya, pada hari pasar tertentu pedagang menggelar dagangan satu kali seminggu maka secara resmi digiatkan setiap hari di pasar marasa tersebut.

Masnah seorang pedagang yang baru saja menggelar lapak sayur-mayur sembako dan usaha rakyat lainnya menyambut baik, adanya pasar yang dapat mengakomodir aktivitas ekonomi kerakyatan hanya saja perlu ditopang fasilitas pendukung lainnya serta pengawasan dan tata tertib perdagangan agar konsumen terpusat berbelanja di pasar marasa karena tanpa hal itu, akan muncul riak persaingan kurang sehat satu sama lain antar pelaku usaha kecil.” kita pasti syukuri adanya kios dan tempat jual-beli usaha kita ini cuma butuh kita tempat duduk dan utamanya itu, pedagang di luar artikan jangan menjual diluar pasar merasa supaya penjual dan pembeli di sini saja pasar yang sudah dibangun ini pusatnya menjual dan membeli tidak ada lagi yang di luar sana,”tuturnya

Khusus sarana pasar marasa Kec. Luyo bangunan seluas 268 terdapat 560 pedagang diantaranya, memanfaatkan 14 kios untuk usaha rakyat produk dagang jenis rempah dan sayuran selebihnya untuk pakaian produk lokal hasil olahan kuliner kain hasil pertanian dan perkebunan unggulan Warga setempat.

Aty Achmad

(Red) A.ilyas

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *