Hoaks Informasi Pasar Polewali Tutup Tiga Hari

SULBAR, (RadarNkri.com) — Kepala Dinas Perdagangan Kab. Polewali Mandar Agusnia Hasan Sulur klarifikasi adanya informasi Hoaks terkait, penutupan pasar Polewali tanggal 10 Sampai dengan 12 April tidak benar adanya, Sabtu (11 April 2020)

Agusnia mengatakan di pasar Polewali kemarin, ada pedagang dan warga yang mengira akan ada penutupan pasar dan beramai ramai borong aneka macam kebutuhan makanan di pasaran.

” Informasi tidak resmi tesebar di media sosial, ini di duga tidak terlepas dari info berbagai postingan media sosial yang menginformasikan upaya berdiam diri dirumah, selama tiga hari yang langsung diartikan sendiri oleh sebagian masyarakat, sementara edaran Bupati tentang peniadaan mata pasar, baru saja terbit kemarin, ” ungkap Agusnia.

Menurut agusnia, bahwa yang benar adalah informasi penutupan pada tiga hari tersebut berlaku di daerah lain untuk mencegah penularan Covid-19.

Adanya informasi hoaks yang tidak di saring sebelum share di media sosial berdampak pasar sempat terjadi keramaian dan antrian padat transaksi pasar.

Sehingga sempat membuat kepanikan dan menyebabkan pembelian barang secara berlebihan akibat masyarakat yang merasa khawatir tidak dapat lagi membeli kebutuhan selama tiga hari kedepan.

Agusnia Hasan Sulur Kadisperindagkop UK.M pun menuliskan informasi melalui media sosialnya bahwa Pasar tetap ada, hanya mata pasar atau hari pasar yang di tiadakan hal tersebut sesuai, kebijakan Bupati.

“pembatasan jam operasional yang berlaku, bukan penutupan pasar ini untuk sementara waktu sampai virus Korona berlalu, kalaupun bapak dan ibu semuanya mau ke pasar tetap memperhatikan
Jaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan pakai sabun,
Uang yang di gunakan transaksi kalau bisa memakai pengalas tangan dan di semprot kalau sampai rumah, karena kita tidak tahu uang yang di gunakan transaksi itu ada virusnya atau tidak,” jelas Agusnia.

Physical distancing semua orang agar tetap serius memperhatikan kedisiplinan perlindungan diri dan pikiran positif agar tidak terpancing hoaks demi keamanan, keselamatan dan kesehatan kita semua.

Grafik pertumbuhan ODP terus meningkat, penting mawas diri physical distancing wajib, dilakukan saat belanja di pasar. Pasar merupakan tempat bertemu banyak orang, di keramaian pasar manusia rentan terpapar Covid-19.

Sumber  : Aty Ahmad
Editor     : Jufri

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *