Takalar RadarNKRI – Seorang karyawan penjual jagung di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya setelah terjadi cekcok di tempatnya bekerja. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (23/1/2026).
Korban bernama Jumriani (33), warga Lingkungan Ciniayo, Kelurahan Canrego, Kecamatan Polongbangkeng Selatan. Ia bekerja di sebuah kios jagung yang berlokasi di Jalan Ranggong Daeng Romo, Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.
Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula saat dua perempuan berinisial RK dan HJ datang ke kios tersebut untuk mencari pemilik usaha, Hj. Asrianti Dg Sayang, yang saat itu tidak berada di lokasi.
Korban menyampaikan bahwa pemilik kios tidak dapat dihubungi. Dalam situasi tersebut, salah satu dari dua perempuan tersebut disebut membuka laci kasir. Korban mengaku sempat menutup kembali laci itu karena khawatir uang di dalamnya terjatuh.
Menurut pengakuan korban, laci kasir kembali dibuka dan sejumlah uang tunai sekitar Rp200 ribu diduga diambil. Korban menyebut peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV).
Korban kemudian menegur pihak yang bersangkutan agar berhati-hati karena terdapat kamera pengawas. Teguran tersebut diduga memicu perdebatan antara para pihak.
Situasi kemudian berkembang hingga terjadi kontak fisik. Korban mengaku mengalami dorongan dan tarikan yang mengakibatkan luka di bagian wajah serta nyeri di beberapa bagian tubuh.
Atas kejadian tersebut, korban melaporkan peristiwa itu ke Polres Takalar dan telah menjalani pemeriksaan medis berupa visum di RSUD Padjonga Daeng Ngalle.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Takalar AKP Hatta membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
“Kami telah menerima laporan dan saat ini masih dalam tahap penanganan,” kata Hatta.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terlapor belum memberikan keterangan resmi. Kepolisian menyatakan akan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
Redaksi RadarNKRI.Com











