RadarNKRI – Makassar 15 Juni 2025 – Pemandangan indah dan menenangkan hadir setiap hari di pelataran Masjid Assa’id, yang terletak di Jalan Lombok, Makassar. Ratusan burung merpati beterbangan bebas, menciptakan suasana yang damai dan sejuk bagi para jamaah dan pengunjung masjid.
Burung-burung ini telah menjadi bagian dari kehidupan Masjid Assa’id. Mereka tak segan menghampiri manusia, bahkan seringkali hinggap di tangan orang yang sedang memberi makan. Banyak warga datang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk menikmati kebersamaan dengan burung-burung jinak itu.
Beberapa warga dengan sukarela membawa makanan seperti jagung dan biji-bijian usai salat untuk diberikan kepada burung-burung tersebut. Pemandangan ini menghadirkan ketenangan tersendiri, seolah menjadi terapi alami yang menyejukkan hati dan pikiran.
“Saya salah satu pecinta merpati. Duduk bersama mereka, memberi makan langsung dari tangan, adalah kepuasan tersendiri. Ada rasa damai yang tidak bisa dijelaskan,” ungkap salah satu pengunjung.
Burung merpati dikenal sebagai simbol perdamaian, kesetiaan, dan kelembutan hati. Dalam banyak budaya, merpati melambangkan cinta yang tulus dan kesetiaan seumur hidup. Bahkan dalam spiritualitas, burung merpati sering diasosiasikan dengan jiwa yang murni dan kedekatan dengan Tuhan.
Ada sebuah pepatah lama yang berkata, “Jinak-jinak merpati; didekati ia menjauh, didiamkan ia mendekat.” Pepatah ini seakan mengajarkan kita tentang kebijaksanaan hidup — bahwa dalam mengejar dunia, jangan terlalu memaksa. Ketika kita terlalu mengejar, dunia bisa menjauh. Tapi saat kita berserah dan tenang, justru dunia yang akan mendekat.
Burung merpati juga mengajarkan kita tentang hidup damai dalam keramaian. Mereka hidup bersama dalam kawanan, namun tetap tenang dan tidak saling mengganggu. Suatu filosofi kebersamaan yang patut diteladani di tengah kehidupan manusia yang penuh dinamika.
Kini, Masjid Assa’id bukan hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga menjadi ruang kontemplasi bagi siapa saja yang merindukan kedamaian. Ratusan burung merpati yang terbang bebas dan jinak menjadikan tempat ini sebagai simbol harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Makassar Laporan Redaksi Radar N K R I. SM Rais Alhamid









