Mateng, RadarNKRI.com — Pelayanan di SPBU Karossa mendapat apresiasi dari masyarakat. Hal itu terungkap saat tim media menyambangi pengguna BBM yang tengah mengantre Pertalite di SPBU tersebut, Selasa (19/11/2025).
Pak Amir, salah satu warga yang ditemui di lokasi, mengaku tidak menemukan kendala berarti selama melakukan pengisian BBM, termasuk saat menggunakan jeriken.
“Kami kalau ambil BBM pakai jeriken ada rekomendasi yang dibawa, Pak. Pihak SPBU juga sudah sampaikan bahwa masyarakat yang mau mengambil BBM kalau bisa di malam hari dan tetap membawa rekomendasi, agar tidak mengganggu pengguna lain. Kami rasa tidak ada masalah di SPBU Karossa. Bahkan kami masyarakat mengapresiasi,” ujarnya.
Pengawas SPBU: Kami Hanya Melayani dengan Baik
Sementara itu, Pengawas SPBU Karossa, Pak Rais, menegaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan tugas sebagaimana mestinya.
“Kami hanya menjalankan tugas dengan baik, Pak. Kalau masyarakat merasa puas dengan pelayanan kami, itu sudah menjadi bagian dari kewajiban kami untuk melayani masyarakat dan pengguna lainnya,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pengisian BBM di SPBU Karossa tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Namun, menurutnya, ada aspek kemanusiaan yang juga harus diperhatikan.
“Di seputaran Karossa, sebagian besar masyarakat memiliki penghasilan dari kelapa sawit. Banyak yang menggunakan motor atau mobil untuk mengangkut hasil panen. Jadi kami berupaya mengatur agar semua masyarakat tetap mendapatkan BBM subsidi,” jelasnya.
UMKM Sawit Dorong Tingginya Kebutuhan BBM
Rais juga menyebut tingginya konsumsi BBM di Karossa tidak lepas dari banyaknya pelaku UMKM di sektor kelapa sawit.
“Pengguna BBM di Karossa cukup besar, karena masyarakat memiliki industri kecil bertaraf UMKM di bidang kelapa sawit. Otomatis mereka menggunakan BBM subsidi,” tambahnya.
Kontribusi Besar Sawit untuk PAD Sulbar
Di sisi lain, (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Faizal Thamrin, membenarkan bahwa sektor perkebunan, terutama kelapa sawit, merupakan penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Barat.
“Pemasok PAD terbesar untuk Sulbar berasal dari perkebunan kelapa sawit,” kata Faizal Thamrin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan bahwa sektor perkebunan secara umum memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah. “Sektor pertanian dan perkebunan memberikan kontribusi hingga 68% bagi perekonomian Sulawesi Barat secara keseluruhan,” ungkapnya.
Laporan (Red) Puang Muras











